Penjualan Toyota Masih Andalkan Mobil Dari Kelas MPV

33

Penjualan Toyota tahun ini memang telah mencapai puncak kesuksesannya. Meski perekonomian Indonesia semakin lemah, tapi Toyota mampu mempertahankan posisinya sebagai produsen mobil terlaris di Indonesia.

PT Toyota Astra Motor masih mengandalkan segmen multi-purpose vehicle (MPV) untuk menopang penjualannya. Hal tersebut diungkapkan General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Widyawati Soedigdo.

Hal itu, lanjut dia, tak terlepas dari pasar mobil segmen MPV yang menyedot porsi terbesar dari pasar otomotif di Indonesia. Di sisi lain, Widyawati mengklaim pihaknya memiliki line up segmen MPV yang lengkap untuk ditawarkan kepada konsumen.

Di kelas low MPV, TAM mengandalkan Avanza. Jagoan TAM di segmen medium MPV adalah sang legenda Kijang Innova. Sedangkan di kelas mid high MPV andalan Toyota adalah Nav 1. Di segmen upper MPV pabrikan Jepang itu memiliki produk Alphard.

“Penjualan terbanyak masih akan datang dari MPV dan kami memiliki line up  yang lengkap,” tuturnya Kamis malam, (3/12).

Merujuk data terakhir Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada periode Januari-Oktober 2015 total penjualan mobil di Tanah Air mencapai 853.292 unit.

Dari jumlah tersebut penjualan segmen MPV di semua kelas mencapai 274.176 unit atau setara 32,13% dari total pasar.

Adapun total penjualan mobil merek Toyota pada sepuluh bulan tahun ini mencapai 270.672 unit. Dengan jumlah itu TAM menguasai 31,7% pangsa pasar mobil di Indonesia.

Dari total penjualan TAM itu, segmen MPV yang terlego di semua kelas mencapai  150.188 unit.

Rinciannya, Avanza terjual 113.288 unit, Kijang Innova 34.755 unit, Alphard 1.652 unit dan Nav 493 unit.

Sehingga, segmen MPV pada periode Januari-Oktober 2015 telah menyumbang sekitar 55,5% terhadap total penjualan TAM.

Untuk meningkatkan penjualan di segmen MPV TAM telah meluncurkan produk baru dari line up MPV yang dimilikinya.

Pada semester pertama tahun ini Alphard teranyar mulai diaspalkan. Disusul kemudian dengan diluncurkannya Avanza terbaru pada awal semester kedua.

Sedangkan Kijang Innova terbaru lahir pada November lalu. Meski ada produk baru, penjualan Avanza belum terlalu positif.

Penjualan pada Januari-Oktober 2015 untuk produk tersebut melorot dari periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 137.762 unit.

Pun demikian dengan Kijang Innova, penjualan sepuluh bulan di tahun lalu tercatat lebih besar yaitu sebanyak 49.007 unit.

Namun demikian, untuk produk legendaris tersebut Widyawati menyebut penurunan pasar sangat wajar karena Kijang disegarkan pada November yang artinya penjualan berkurang karena aka nada pembaruan.

Kijang Innova terbaru bahkan disebutnya cukup sukses diterima pasar karena hingga 30 November pemesanan produk teranyar sudah mencapai 5.780 unit. “Itu pun belum semua daerah di Indonesia diluncurkan,” cetusnya.

Sementara itu, produk Alphard terbaru berhasil mengatrol penjualan. Pada Januari-Oktober tahun lalu capaiannya lebih sedikit yakni sebanyak 1.091 unit.

Adapun untuk Nav 1 dia mengamini jika penjualan belum sesuai target.

Dari informasi yang dihimpun Bisnis seorang sumber yang enggan disebut namanya menyebut Nav 1 tidak akan dijual lagi tahun depan.

Meski demikian sumber tersebut tidak mau berkomentar terkait produk baru pengganti Nav 1 di segmen mid high MPV.